TAHAP PENANGGULANGAN DISIPLIN KELAS
Tahapan Penanggulangan Disiplin kelas
A. Tindakan preventif
Tindakan preventif merupakan salah satu upaya pengendalian sosial. Tindakan
preventif sendiri mempunyai pengertian upaya pencegahan sebelum konflik sosial
terjadi .Tindakan Preventif dalam Pengelolaan Kelas, Menurut J.J Hasibuan, yang
dimaksud dengan tindakan preventif dalam pengelolaan kelas adalah suatu usaha
yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal dengan tujuan untuk mencegah timbulnya perilaku yang mengganggu
kegiatan belajar.
Tindakan preventif
(pencegahan) dilakukan manusia, baik secara pribadi maupun berkelompok untuk
melindungi diri mereka dari hal buruk yang mungkin terjadi. Karena tujuannya
mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan, maka
umumnya tindakan preventif biayanya lebih murah ketimbang biaya penanggulangan
atau mengurangi dampak dari suatu peristiwa buruk yang sudah terjadi. Kata
preventif banyak digunakan dalam banyak bidang, misalnya bidang sosial dan
kesehatan. Namun, pada dasarnya memiliki arti yang sama, yaitu upaya atau
tindakan pencegahan.
Mengacu pada pengertian preventif, ada banyak sekali contoh kasus tindakan
preventif yang dilakukan manusia, baik secara individu maupun kelompok. Berikut
ini adalah beberapa contoh usaha preventif tersebut:
1. Tindakan orang tua
membatasi anaknya yang di bawah umur dalam menggunakan gadget, merupakan
tindakan preventif agar si anak tidak kecanduan bermain gadget.
2. Mencegah terjadinya
banjir dengan melakukan pembersihan saluran air dan membuat sampah pada
tempatnya.
Sadar atau
tidak, umumnya manusia sering melakukan tindakan preventif untuk mencegah
terjadinya hal-hal buruk di masa mendatang. Tindakan preventif dilakukan karena
kita menyadari dan mengetahui akan adanya potensi terjadinya sesuatu bila tidak
diantisipasi.
B.
Tindakan kuratif
Tindakan kuratif adalah tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak
penyimpangan sosial. Seperti: Mengidentifikasi masalah, Menganalisis masalah, Menilai
alternatif-alternatif pemecahan, Mendapatkan balikan.
1.
Pengetahuan siswa
Makin baik guru mengenal
siswa makin besar kemungkinan guru mencegah pelanggaran disiplin. Sebaliknya
anak yang frustrasi karena merasa tidak mendapat perhatian guru dengan
semestinya sangat mungkin terjadinya siswa tersebut melanggar disiplin sekolah.
Setiap siswa pada dasarnya mempunyai daya atau tenaga untuk mengontrol dirinya.
Siswa yang tidak diperhatikan orang tua dan gurunya kurang dapat mengontrol
dirinya sendiri biasanya kurang menghargai otoritas dan mereka tidak menyukai
dan membencinya.
a)
Pengenalan terhadap mereka dan latar belakangnya merupakan usaha penanggulangan
pelanggaran disiplin. Berbagai alat dapat digunakan, misalnya:
“interest-inventory” merupakan cara sederhana yang dilakukan guru. Alat ini
berupa sejumlah pertanyaan misalnya tentang buku yang disenangi, hobi, favorit,
aktivitas yang dikerjakan siswa, acara yang disenangi dari siaran televisi,
guru yang paling disenangi, dan sebagainya.
b)
“sosiogram” yang dibuat dengan maksud untuk melihat bagaimana persepsi para
siswa dalam rangka hubungan sosio-psikologis dengan teman-temannya.
c)
“feedback letter” dimana siswa diminta untuk membuat satu karangan atau
satu surat tentang perasaan mereka terhadap sekolahnya; apa yang disukai pada
saat pertama kali masuk sekolah, pada saat pelajaran berlangsung, pada saat
istirahat, keadaan lingkungan sekolah, pada saat pulang sekolah dan sebagainya
2.
Melakukan tindakan korektif
Dalam kegiatan melakukan tindakan disiplin kelas, tindakan tepat dan
segera dapat diperlukan. Dimensi tindakan merupakan kegiatan yang seharusnya
dilakukan guru bila terjadi masalah pelanggaran disiplin. Guru yang
bersangkutan dituntut untuk berbuat sesuatu dalam menghentikan perbuatan sesuai
setepat mungkin. Guru harus segera mengingatkan siswa terhadap peraturan dan
tata tertib (yang dibuat dan diterapkan bersama) dan konsekuensinya, kemudian
melaksanakan sanksi yang seharusnya berlaku. Kegiatan ini juga bertujuan untuk
memonitor efektivitas aturan tata tertib. Setelah jangka waktu tertentu guru
bersama murid dapat meninjau kembali aturan sekolah tersebut untuk memodifikasi
dan diperbaiki. Bagaimana cara melakukan dimensi tindakan ini, beberapa hal
dibawah ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi guru.
1)
Lakukan tindakan dan bukan ceramah
Bila ada
seorang siswa melakukan tindakan yang dapat mengganggu kelas lakukan kegiatan
menghentikan kegiatan tersebut secara tepat dan segera. Cara bertindak atau
memberikan ceramah tentang kesalahan yang dibuat siswa pada saat itu akan
membuat siswa malah menjadi bingung. Pesan-pesan non-verbal atau body languange,
baik berupa isyarat tangan, bahu, kepala, alis, dan sebagainya dapat membantu
dalam penegakkan disiplin kelas.
2) Jangan tawar menawar (do
not bargain)
Bila terjadi
pelanggaran yang dilakukan seorang siswa dan melibatkan atau menyalahkan siswa
lainnya guru harus segera melakukan tindakan untuk menghentikan gangguan
tersebut. Tidak ada untungnya kalau pada saat itu guru membuka forum diskusi
untuk membicarakan tentang peraturan dan mencari siapa yang bersalah. Sekali
lagi segera hentikan penyimpangan tingkah laku siswa dengan tindakan.
3)
Gunakan “kontrol” kerja
Mungkin
sekali banyak hal yang belum tercangkup dalam tata tertib terjadi dalam kelas.
Kewajiban guru adalah mencoba menghindarkan hal tersebut dengan melakukan
kontrol sosial. Misalnya dengan membuat ruangan tapal kuda sehingga guru dapat
langsung berhadapan muka dengan para siswa, dan sekaligus dapat mengontrol
tingkah laku mereka. Pendekatan dengan siswa sangat diperlukan karena kalau
mereka merasa dekat dengan guru akan memperkecil kesempatan mereka untuk
berbuat “nakal” dan melanggar tata tertib sekolah.
4) Nyatakan peraturan dan
konsekuensinya
Bila ada siswa
yang melanggar peraturan tata tertib sekolah, komunikasikan kembali apa aturan
yang dilanggarnya secara jelas dan kemukakan akibatnya bila peraturan yang
telah dibuat dan disepakati bersama itu dilanggar. Konsekuensi itu dilakukan
secara bertahap dimulai dari peringatan, teguran, memberi tanda cek, di suruh
menghadap kepala sekolah dan atau dilaporkan kepada orang tuanya tentang
pelanggaran yang dilakukannya di sekolah. Bila ada tindakan siswa yang
mengganggu suasana proses belajar mengajar, segera hentikan gangguan tersebut,
kemudian usahakan memahami alasan mengapa siswa tersebut bertindak demikian.
Kemudian kepadanya harapan kita sebagai guru dan teman-teman lain yang akan
terganggu konsentrasinya dan nyatakan tingkah laku bagaimana yang diharapkan
dari siswa yang bersangkutan. Tindakan guru hendaknya cukup tegas dan berwibawa
dan hendaknya hindarkan hal-hal tindakan yang menyebabkan siswa yang
menyebabkan siswa mendapat malu di depan teman-temannya.
DAFTAR RUJUKAN
Abdul,Majid.2013.Perencanaan
Pembelajaran Mengembangkan
Standar Kompetensi Guru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Ahmad, Rohani. 2010.
Pengelolaan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Rachman, Maman. 1997.
Manajemen Kelas. Semarang: Depdikbud Ditjen Dikti.
Terimakasih kak, materinya mudah dipahami..
BalasHapusiya sama2
HapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapusiya sama2
Hapus