PRINSIP DISIPLIN KELAS
Prinsip-prinsip
Disiplin Kelas
A. Pengertian Disiplin
Disiplin adalah kesadaran
untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan
peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari
siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT
Tiga Serangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie (1972) memberikan pengertian
disiplin sebagai berikut Disiplin adalah suatu keadaan tertib di mana orang-orang
yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang
telah ada dengan rasa senang.
Dengan disiplin dimaksudkan sebagai
upaya untuk mengatur perilaku anak dalam mencapai tujuan pendidikan, karena ada
perilaku yang harus dicegah atau dilarang, dan sebaliknya, harus dilakukan.
Pembentukan disiplin pada saat sekarang bukan sekedar menjadikan anak agar
patuh dan taat pada aturan dan tata tertib tanpa alasan sehingga mau menerima
begitu saja, melainkan sebagai usaha mendisiplinkan diri sendiri (self
discipline). Artinya ia berperilaku baik, patuh dan taat pada aturan bukan
karena paksaan dari orang lain atau guru melainkan karena kesadaran dari
dirinya.
Disiplin bukanlah kepatuhan lahiriah,
bukanlah paksaan, bukanlah ketaatan pada otoritas gurunya untuk menuruti
aturan. Disiplin adalah suatu sikap batin, bukan kepatuhan otomatis. Siswa pun
bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas yang baik. Suasana kelas yang
tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula kerelaan mematuhi peraturan dan tata
tertib sekolah.
Dari beberapa pengertian di atas dapat
disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang
dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain atau suatu
keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta
tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung.
B. Bentuk-bentuk disiplin kelas
1. Disiplin siswa dalam menentukan dan menggunakan cara atau
strategi belajar
Keberhasilan siswa dalam
studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswa yang memiliki cara belajar
yang efektif memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi
dari pada siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif.
Untuk belajar secara
efektif dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap siswa.
Belajar secara efektif dan efisien dapat dilakukan oleh siswa yang berdisiplin.
Siswa yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan
menggunakan strategi dan cara belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama
yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektif dan efisien adalah
kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk
kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada
orang lain.
Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan belajar akan
lebih berhasil apabila kita memiliki :
1. Kesadaran atas tanggung jawab belajar,
2. Cara belajar yang efisien,
3. Syarat-syarat yang diperlukan
Selain memiliki strategi
belajar siswa yang tepat, siswa juga perlu memperhatikan metode atau cara yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam belajarnya. Seperti yang kita
ketahui belajar bertujuan untuk mendapat pengetahuan, sikap, kecakapan dan
keterampilan. Cara yang demikian itu jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan
disiplin tinggi maka akan menjadi suatu kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar
berpengaruh terhadap prestasi belajar.
2. Disiplin terhadap pemanfaatan waktu
a. Cara mengatur waktu belajar.
Salah satu masalah yang
sering dihadapi oleh pelajar atau siswa adalah banyak pelajar atau siswa yang
mengeluh kekurangan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang
memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien.
Banyak waktu yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol omongan-omongan
yang tidak habis-habisnya. Sikap yang demikian itu harus ditinggalkan oleh
siswa karena yang demikian itu tidak bermanfaat baginya.
b. Pengelompokan waktu.
Banyak siswa yang
belajarnya kurang dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya karena
tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam keperluan, oleh karna itu,
berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian waktu perlu dipahami sebagai
langkah untuk mengembangkan keterampilan mengelola waktu studi.
3. Penjatahan waktu belajar.
Setiap siswa perlu
mengadakan prinsip belajar secara taratur.dan untuk belajar secara teratur
setiap hari harus mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak bayak membuang
waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang akan dipelajari suatu saat dan apa
yang harus dikerjakannya. Oleh karna itu agar siswa tidak dihinggapi
keraguan-keraguan terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya
rencana kerja atau daftar waktu dalam belajar.
Adapun cara untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai
berikut
• Memperhitungkan waktu setiap hari untuk
keperluan-keperluan tidur, belajar, makan, mandi, olah raga dan lain-lain.
• Menyelidiki dan menentukan waktu-waktu yang tersedia
setiap hari.
• Merencanakan penggunaan belajar itu dengan cara menetapkan
jenis-jenis mata pelajaran dan urutan-urutan yang harus dipelajari.
• Menyelidiki waktu-waktu mana yang dapat dipergunakan untuk
belajar dengan hasil terbaik.
• Berhematlah dengan waktu, setiap siswa janganlah ragu
untuk memulai pekerjaan, termasuk juga belajar.
4. Disiplin terhadap tugas.
a. Mengerjakan tugas rumah
Salah satu prinsip belajar
adalah ulangan dan latihan. Sejalan dengan pendapat yang mengatakan bahwa :
”Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang
diberikan guru, tetapi juga termasuk membuat atau mengerjakan latihan-latihan
yang ada dalam buku ataupun soal-soal buatan sendiri”
Berdasarkan pendapat
tersebut di atas maka, tugas itu dapat berupa tes atau ulangan dan juga dapat
berupa latihan-latihan soal atau pekerjaan rumah. Jika siswa mempunyai
kebiasaan untuk melatih diri mengerjakan soal-soal latihan serta mengerjakan
pekerjaan rumah dengan disiplin, maka siswa tersebut tidak akan terlalu
kesulitan dalam belajarnya, serta dapat dengan mudah mengerjakan setiap
pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru.
b. Mengerjakan tugas di sekolah
Adapun tugas di sekolah
mencakup mengerjakan latihan-latihan tes atau ulangan harian, ulangan umum
ataupun ujian, baik yang tertulis maupun lisan. Dalam menghadapi tugas-tugas di
atas perlu dilaksanakan langkah-langkah persiapan sebagai berikut :
1. Hindarilah belajar terlalu banyak pada saat-saat terakhir
mengerjakan tes (semua bahan hendaknya sudah siap jauh-jauh sebelumnya).
2. Pelajarilah kembali bahan yang sudah pernah didapat
secara teratur sehari atau dua hari sebelumnya.
3. Buatlah suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan yang
sedang dipelajari kembali itu.
4. Pelajarilah juga latihan soal dan hasil tugas yang sudah
pernah dikerjakan.
5. Peliharalah kondisi kesehatan.
6. Konsentrasikan seluruh perhatian terhadap tugas yang akan
ditempuh.
7. Siapkanlah segala alat atau perlengkapan-perlengkapan
yang diperlukan dan jika diperlukan syarat-syarat tertentu, bereskanlah seawal
mungkin.
5. Disiplin terhadap tata tertib.
Didalam proses belajar
mengajar, disiplin terhadap tata tertib sangat penting untuk diterapkan, karna
dalam suatu sekolah tidak memiliki tata tertib maka proses belajar mengajar
tidak akan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana,
Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa dalam
menaati peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk melakukan disiplin
terhadap tata tertib dengan baik, maka guru bertanggung jawab menyampaikan dan
mengontrol berlakunya peraturan dan tata tertib tersebut. Dalam hal ini staf
sekolah atau guru perlu terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas
dan tata tertib kelas yang baik tampak adanya kerja sama tersebut dalam
pembinaan disiplin sekolah maka akan terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan
tata tertib sekolah serta terciptanya suasana belajar yang tidak diinginkan.
Dengan demikian untuk terciptanya
disiplin yang harmonis dan terciptanya disiplin dari siswa dalam rangka
pelaksanaan peraturan dan tata tertib dengan baik, maka di dalam suatu lembaga
atau lingkungan sekolah perlu menetapkan sikap disiplin terhadap siswa, agar
tercipta proses belajar mengajar yang baik.
Daftar
Pustaka
AsyMas’udi.2000. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan Yogyakarta: PT Tiga Serangkai, 2000)
Oemar Hamali. 2005. Metode Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan
Belajar Bandung: Tarsito
Slameto.2003. Belajar Dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhinya.Jakarta:Rineka Cipta
Terimakasih sudah berbagi kakk
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus