A. Konsep Manajemen Pembelajaran

     Proses pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang bersifat sistematik, maksudnya masingmasing komponen memiliki peranan sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait.
  Masing-masing komponen dalam proses pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar masing-masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini akan terwujud, jika guru sebagai desainer pembelajaran memiliki kompetensi manajemen pembelajaran.
     Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto mengungkapkan bahwa manajemenadalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.
     Dalam dunia pendidikan manajemen pembelajaran menduduki peranan yang sangat penting. Karena, pada dasarnya manajemen pembelajaran ialah pengaturan semua kegiatan pembelajaran yang dikategorikan dalam kurikulum inti mapun penunjang.
     Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu. Secara etimologis , kata manajemen merupakan terjemahan dari management. Kata management sendiri berasal dari kata manage atau magiare yang berarti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya.     Dalam pengertian manajemen, terkandung dua kegiatan ialah kegiatan berpikir (mind) dan kegiatan tingkah laku (action).

B. Tujuan Manajemen Pembelajaran

     Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.
     Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
    Tujuan pokok mempelajari manajemen
pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

C. Kebijakan Tentang Manajemen Pembelajaran
1.  Perencanaan Kebijakan
     Perencanaan merupakan usaha yang dilakukan kepala sekolah untukmengembangkan strategi yang akan dilaksanakan untuk mengubah kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
a. Peningkatan kualitas guru
b. Kegiatan belajar mengajar.
C. Siswa sebagai pusat.
2. Pengambilan Keputusan
  Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatifuntuk menetapkan suatu tindakan dalam mencapai tujaun yang diinginkan. Keputusan yang diambil bersifat terstruktur dan tidak terstruktur. Keputusan yang terstruktur dapat diambil seperti informasi, data, dan fakta secara lengkap untuk memecahkan masalah sesuai prosedur. Sedangkan keputusan yang tidak terstruktur merupan keputusan yang diambil seperti data dan informasi yang tidak tersedia untuk pengambilan keputusan.
3. Kebijakan Sekolah
Membangun komunitas belajar yang produktif dan memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan bermakna adalah tujuan utama pengajaran. Sebaliknya guru – guru yang efektif menerapkan berbagai sebuah aspek permanen kelasnya yang kebutuhan psikologis siswam- siswanya terpenuhi bahwa mereka menemukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna serta mereka yakin akan berhasil.

D. Peran Guru dalam Manajement Kelas
    Guru memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelola pendidikan pada  suatu lembaga pendidikan yang terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa, harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan  pembelajaran secara  opersional,  menentukan  materi  pembelajaran, menetapkan metode yang sesuai  dengan  tujuan  pembelajaran, melaksanakan  kegiatan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar dan kemampuan  profesional guru lainnya, agar proses  belajar  mengajar  dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Peran dan fungsi guru berpengaruh  terhadap  pelaksanaan  pendidikan  di  sekolah.  Di  antara  peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
1. Guru sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi  para  peserta  didik,  dan  lingkungannya. Oleh  karena  itu,  guru harus memilki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung  jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
2. Guru sebagai Pengajar
Kegiatan belajar  peserta  didik  dipengaruhin  oleh  berbagai  faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa  aman  dan  keterampilan guru  dalam berkomunukasi. Guru harus berusaha  membuat sesuatu menjadi  jelas  bagi  peserta  didik  dan  terampil dalam memecahkan masalah.
3. Guru sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamanya bertanggungjawab atas kelancaran  perjalanan  itu.  Dalam  hal  ini,  istilah  perjalanan  tidak  hanya menyangkut  fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional,  kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
4. Guru sebagai Pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik  intelektual  maupun  motorik,  sehingga  menuntut  guru untuk  bertindak  sebagai  pelatih.  Hal  ini  lebih  ditekankan  lagi  dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi, karena tanpa latihan tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir dalam  berbagai  keterampilan  yang  dikembangkan  sesuai  dengan  materi standar.
5. Guru sebagai Penasehat
Guru adalah seorang  penasehat  bagi  peserta  didik  juga  bagi  orang tua, meskipun mereka tidak memilki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.
6. Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan  yang  bermakna  bagi  peserta  didik
7. Guru sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau  teladan  bagi  peserta  didik  dan  semua orang  yang  menganggap  dia  sebagai  guru. 
Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut  untuk  mendemonstrasikan  dan  menunjukkan kreatifitas  tersebut.
8. Guru sebagai Pekerja Rutin
Guru  bekerja  dengan  ketrampilan  dan  kebiasaan  tertentu,  serta kegiatan  rutin  yang  amat  diperlukan  dan  seringkali  memberatkan.  Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua peranannya.


E. Kode Etik Guru
1. Guru berbakti membimbing peserta didik membentuk manuasia Indonesia seutuhnyayang berjiwa pancasila.
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesianal.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang  peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
4. Guru menciptakan suasan sekolah sebaik-baiknya.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tuamurid dan masyarakat sekitarnya

DAFTAR RUJUKAN
Syifurahman dan Tri Ujiyati. 2013. Manajemen Dalam Pembelajaran. Jakarta : Indeks
H. Malayu S.P. Hasibuan. 2011.  Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah, Jakarta: Bumi Aksara.
 Eka Prihatin, 2011. Manajemen Peserta Didik, Bandung: Alfabeta
Undang-Undang Sisten Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003, Bandung: Citra Umbara

Komentar

  1. Materinya sangat bagus dan sangat membantu

    BalasHapus
  2. Materinya sangat bagus dan bermanfaat bagi saya

    BalasHapus
  3. Trimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus

Posting Komentar